Cacing Kematian Dari Mongolia -
penduduk setempat biasa menyebutnya dengan allghoi (orghoi, khorkhoy)
yang artinya “cacing usus penuh darah” sebab bentuknya mirip dengan usus
sapi,pada umumnya makhluk ini dianggap cryptid(cryptozoology).Pertama
kali diperkenalkan oleh pakar paleontology Amerika Serikat Profesor Roy
Chapman Andrews dalam bukunya On the Trail of Ancient Man (1926)Meski
dalam bukunya itu dia tidak memberikan bukti,
Cacing Aneh ini dikategorikan
sebagai cacing yang paling mematikan di dunia yang hidup di daerah
padang pasir, persisnya di Gurun Gobi Mongolia.Mitos tentang cacing
kematian dari mongolia ini bahkan telah menarik perhatian Seorang
penjelajah yaitu Czechnya Ivan Mackerle ,Mackerle rela menelusuri
pepasiran di Gurun Gobi hanya untuk mendeteksi keberadaan cacing yang
sudah menjadi bahan pembicaraan warga bahkan menjadi mitos di sana.
cacing ini bisa menyerang
tiba-tiba dengan menyemprotkan zat asam sejenis racun yang bermuatan
Listrik ke wajah mangsanya. Sejauh ini, memang belum ada bukti otentik
ataupun foto yang menyatakan keberadaan makhluk misterius ini. Namun,
warga Mongol yakin cacing itu ada di dalam pasir yang bergerak lamban
untuk menyerang mangsanya.
diyakini cacing ini memiliki
panjang sekitar dua hingga lima kaki (0,6 hingga 1,5 meter) berwarna
merah cerah dengan senjata racun asam bewarna kuning yang disemprotkan
kea rah musuhnya dari mulutnya. Selain itu, disebutkan juga makhluk ini
memiliki sengatan listrik yang kekuatannya mampu membunuh seekor unta.
Pada
2005, sekelompok ilmuwan Inggris dan pakar cryptozoologi menghabiskan
waktu sebulan di Gurun Gobi guna menguak keberadaan makhluk mengerikan
ini. Meski mereka tidak pernah berhadapan langsung dengan makhluk ini,
mereka mendapatkan sejumlah bukti bahwa cacing ini memang ada.









0 komentar anda:
Posting Komentar
Please Comment