Sabtu, 10 November 2012

Memahami Struktur Sosial Serta Berbagai Faktor Penyebab Konflik Dan Mobilitas Sosial


A.  Defenisi Struktur Sosial

Secara Harfiah, Struktur bisa diartikan sebagai susunan atau bentuk. Struktur tidak harus dalam bentuk fisik, ada pula struktur yang berkaitan dengan sosial.
          Menurut ilmu sosiologi, struktur sosial dapat adalah tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Susunannya bisa vertikal atau horizontal.
Para Ahli sosiologi merumuskan defenisi struktur sosial sebagai berikut :
·         George Simmel : Struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya.
·         George C. Homans: Struktur sosial adalah hal yang memiliki hubungan erat dengan prilaku sosial dasar kehidupan sehari-hari.
·         William Kornblum: Struktur sosial adalah susunan yabng dapat terjadi karena adanya pengulangan pola prilaku individu.
·         Soerjono Soekanto : Struktur Sosial badalah hubungan timbal balik antara posisi-posisi dan pernanan sosial.

B.  Ciri-Ciri Struktur Sosial.
1.  Munculnya pada kelompok masyarakat
Struktur Sosial hanya bisa muncul pada individu-individu yang memiliki status dan peran.  Status dan peranan masing-masing individu hanya bisa terbaca ketika mereka berada dalam suatu sebuah kelompok atau masyarakat.
          Pada setiap system sosial terdapat mecam-macam status dan peran individu. Status yang berbeda-beda itu merupakan pencerminan hak dan kewajiban yang berbeda pula. 
   2.  Berkaitan erat dengan kebudayaan.
Kelompok masyarakat Lama kelamaan akan membentuk suatu
Kebudayaan. Setiap kebudayaan memiliki struktur sosialnya sendiri. Indonesia mempunyai banyak daerah dengan kebudayaan yang beraneka ragam. Hal ini menyebabkan beraneka Ragam struktur sosial yang tumbuh dan berkembang di indonesia.
          Hal-Hal yang mempengaruhi struktur sosial masyarakat indonesia Adalah Sebagai Berikut :
a.  Keadaan Geografis.
Kondisi geografis terdiri dari pulau-pulau yang terpisah. Masyarakatnya kemudian mengembangkan bahas, prilaku dan ikatan-ikatan kebudayaan yang berbeda, satu sama yang lain.
b.  Mata pencaharian.
Masyarakat Indonesia memiliki mata pencaharian yang beragam, antara lain sebagai petani, nelayan, ataupun Sektor industri.
c.   Pembangunan.
Pembangunan dapat mempengaruhi struktur sosial masyarakat indonesia.
Misalnya pembangunan yang tidak merata, Antar daerah dapat menciptakan kelompok masyarakat kaya dan miskin. 
    3.  Dapat berubah dan berkembang.
Masyarakat Tidak statis karena terdiri dari kumpulan individu. Mereka bisa berubah dan berkembang sesuai dengan tuntutan Zaman. Karenanya struktur yang di bentuk oleh merekapun bisa berubah sesuai dengan perkembangan zaman.
 C. Fungsi Struktur Sosial
1.  Fungsi Struktur Sosial
Struktur Sosial berfungsi sebagai penegas identitas yang dimiliki oleh sebuah kelompok. Kelompok yang anggotanya memiliki kesamaan dalam latar belakang ras, sosial, dan budaya akan mengembangkan struktur sosialnya sendiri sebagai oembedab dari kelompok lainnya.
2.  Fungsi Kontrol
Dalam kehidupan sosial, selalu muncul kecenderungan dalam diri individu untuk melanggar norma, nilai atau peraturan lain yang berlaku dalam masyarakat Bila individu tadi mengingat peranan dan status yang dimilikinya dalam struktur sosial, kemungkinan individu tersebut akan mengurungkan niatnya melanggar aturan. Pelanggaran aturan akan berpotensi menimbulkan konsekuensi yangb pahit.
3.   Fungsi pembelajaran
Individu Belajar dari struktur sosial yang ada dalam masyarakat. Hal ini dimungkinkan mengingat masyarakat merupakan salah satu tempat berinteraksi. Banyak hal yang bisa di pelajari dari sebuah struktur sosial masyarakat, Mulai dari sikap, kebiasaan, kepercayaan dan kedisiplinan.
 D. Bentuk Struktur Sosial
Bentuk struktur sosial terdiri dari stratifikasi sosial dan diferensiasi sosial. Masing-masing punya ciri tersendiri.
1.     Stratifikasi Sosial
Stratifikasi berasal dari kata Strata atau Tingkatan, stratifikasi sosial adalah Struktur dalam masyarakat yang membagi masyarakat kedalam tingakatan-tingkatan.
     Ukuranyang dipakai bisa kekayaan, pendidikan, keturunan, atau kekuasaan. Max Weber menyebutkan bahwa kekuasaan, Hak istemewa dan prestiselah yang menjadi dasar terciptanya stratifikasi sosial.
     Adanya perbedaan dalam jumlah harta, jenjang pendidikan, asal-usul keturunan, dan kekuasaan membuat manusia dapat disusun secara bertingkat. Ada yang berada diatas, ada pula yang berada di bawah.
Berdasarkan sifatnya, stratifikasi sosial dapat dibagi menjadi 2 Yaitu:
a.  Stratifikasi Sosial tertutup
Adalah stratifikasi yang tidak memungkinkan terjadinya perpindahan posisi (Mobilitas sosial)
b.  Stratifikasi Sosial terbuka
Adalah stratifikasi yang mengizinkan adanya mobilitas, baik naik maupun turun, biasanya stratifikasi ini tumbuh pada masyarakat modern.
Bentuk-Bentuk mobilitas sosial:
1.     Mobilitas sosial Horizontal
Disini, perpindahan yang terjadi tidak mengakibatkan berubahnya status dan kedudukan individu yang melakukan mobilitas.
2.    Mobilitas Sosial Vertikal
Mobilitas sosial yang terjadi mengakibatkan terjadinya perubahan status dan kedudukan individu.
Mobilitas Sosial vertikal terbagi menjadi 2:
·         Vertikal Naik
Status dan kedudukan individu naik seteleah terjadinyab mobilitas sosial type ini.
·         Vertikal turun
Status dan kedudukan individu turun setelah terjadinya mobilitas sosial type ini.
3.    Mobilitas antargenerasi
Ini bisa terjadi apabila melibatkan dua invidu yang berasal dari dua generasi yang berbeda.
c.   Stratifikasi sosial campuran
Hal ini bisa terjadi bila stratifikasi sosial terbuka bertemu dengan stratifikasi sosial tertutup. Anggotanya kemudian menjadi anggota dua stratifikasi sekaligus. Ia harus menyesuaikan diri terhadap dua stratifikasi yang ia anut.
2.  Diferensiasi Sosial
Menurut soerjono Soekanto, Diferensiasi sosial adalah penggolongan masyarakat atas perbedaan-perbedaan tertentu yang biasanya sama atau sejajar. Jenis diferensiasi antara lain:
a.  Diferensiasi ras
Ras adalah suatu kelompok mmanusia dengan ciri-ciri fisik bawaan yang sama. Secara umum, manusia dapat dibagi menjadi 3 kelompok ras yaitu :
·         Ras Mongoloid,
·         Ras Negroid,
·         Ras Kaukasoid,
Orang indonesia Termasuk kedalam Ras Mongoloid.
b.  Diferensiasi Suku Bangsa
Suku bangsa adalah kategori yang lebih kecil dari ras. Indonesia termasuk negara dengan aneka ragam suku bangsa yang tersebar dari pulau sumatera hingga papua.
c.   Diferensiasi Klan
Klan merupakan kesatuan keturunan, Kepercayaan, dan tradisi. Dalam masyarakat indonesia terdapat 2 bentuk klan utama yaitu:
1.     Klan atas dasar garis keturunan ibu (Matrilineal)
Contohnya yang terdapat pada masyarakat Minangkabau.
2.    Klan atas dasar garis keturunan Ayah (patrilineal)
Contohnya yang terdapat pada masyarakat Batak.
d.    Diferensiasi Agama
Di Indonesia kita mengenal agama islam, kristen, katolik, hindu, budha, konghucu, dan kepercayaan lainnya.
e.    Diferensiasi Profesi
Masyarakat biasanya dikelompokkan atas dasar jenis pekerjaannya.
f.    Diferensiasi Jenis kelamin
Berdasarkan jenis kelamin, masyarakat dibagi atas Pria dan Wanitayang memiliki derajat yang sama.