Sabtu, 03 Desember 2011

Buku-Buku Kutu Buku

Cerpen: Pamusuk Eneste

SEBETULNYA sudah berulang kali istri Kolbuher memperingatkan agar buku-buku di perpustakaan suaminya tidak ditambah lagi. Namun, peringatan itu tampaknya seperti angin lalu saja. Tiap hari ada saja buku yang datang. Tiap hari ada saja majalah atau jurnal yang datang.

"Lama-lama uang pensiunanmu habis untuk membeli buku, Pak," kata sang istri.

"Lo, aku kan tidak beli buku-buku itu, Bu. Mereka yang mengirimi aku buku. Masa aku tolak? Tidak mungkin toh," ujar Kolbuher.

Sejak pensiun beberapa bulan yang lalu, Kolbuher sebetulnya sudah tidak pernah membeli buku. Itu kesepakatan dengan istrinya dan dengan dirinya sendiri.

"Lagi pula, usia Bapak kan sudah lanjut. Kasihan Bapak harus mengurus sendiri buku-buku itu."

"Harusnya memang aku menggaji seseorang untuk mengurus perpustakaanku."

Pada saat lain, istri Kolbuher mengatakan, "Lama-lama perpustakaanmu tidak bisa lagi menampung buku. Jangan-jangan, rumah kita juga bisa tenggelam karena buku-bukumu."

Namun, buku tetap saja mengalir ke rumah Kolbuher. Oleh karena itu, istri Kolbuher malah pernah berkata, "Hati-hati lo, Pak. Suatu ketika Bapak bisa ditelan buku-buku itu."

***

KALAU sudah masuk ke perpustakaan merangkap ruangan kerjanya itu, Kolbuher memang tidak mau diganggu oleh siapa pun. Bahkan oleh istrinya sendiri! Ia juga tidak suka ada orang lain masuk ke ruangan itu meski hanya untuk membersihkan debu atau mengepel lantainya sekalipun. Ia tidak mau ada orang yang memindah-mindahkan susunan buku di perpustakaannya itu. Menurut Kolbuher, "Kalau letak buku di ruangan itu berubah maka aku akan bingung mencarinya nanti bila diperlukan."

Perpustakaan Kolbuher berukuran 4x6 meter. Jendelanya menghadap ke timur. Kalau pagi, ruangan itu memperoleh sinar matahari. Jendela itu dibuka sepanjang hari kecuali jika turun hujan.

Di keempat sisi tembok berdiri rak buku yang terbuat dari kayu, berpetak-petak, dan penuh dengan buku hingga ke langit-langit. Bahkan di lantai depan rak buku itu pun bergeletakan buku yang tidak termuat dalam rak.

Di tengah ruangan menghadap ke jendela, membelakangi pintu masuk, terdapat kursi empuk dan meja kerja Kolbuher. Di meja itu ada komputer. Namun, meja itu pun terasa sumpek karena kiri kanannya penuh dengan buku.

Istri Kolbuher sudah mengingatkan agar buku di meja itu disingkirkan sebagian. Dengan demikian, Kolbuher bisa lebih lega membaca, menulis, ataupun menggunakan komputer.

Namun, Kolbuher cuek saja. Bahkan, Kolbuher juga bergeming ketika istrinya berkata sambil meninggalkan perpustakaan yang sumpek itu, "Suatu saat, buku-buku itu bisa menelanmu hidup-hidup, lo Pak."

***

BUKU-BUKU itu pula yang menyebabkan istri Kolbuher kini berada di kantor polisi. "Ketika Ibu meninggalkan Bapak menuju warung, apakah Bapak masih sehat?" istri Kolbuher mengangguk.

"Waktu itu, Bapak tidak mengatakan apa-apa?"

"Tidak, Pak."

"Barangkali memesan sesuatu dari warung?"

Istri Kolbuher menggeleng lagi.

"Misalnya minta dibelikan rokok?"

"Suami saya tidak merokok, Pak."

"Setahu Ibu, apa Bapak punya penyakit?"

"Setahu saya Bapak tidak mengidap penyakit apa-apa."

"Jantung, misalnya?"

Istri Kolbuher menggeleng.

"Atau penyakit lain barangkali?"

"Tidak."

"Paru-paru?"

Istri Kolbuher untuk kesekian kalinya menggeleng dan kemudian berkata, "penyakitnya cuma satu, Pak...."

"Apa itu, Bu?"

"Penyakitnya suka baca dan dia kutu buku."

***

ISTRI Kolbuher memang tidak habis mengerti. Meski sudah bersepakat untuk tidak membeli satu eksemplar buku pun, koleksi buku Kolbuher tetap saja bertambah dari hari ke hari.

Ada saja pengarang yang merasa tidak afdal kalau tidak mengirimkan buku barunya kepada Kolbuher. Ada saja penerbit yang merasa belum sreg kalau tidak mengirimi Kolbuher buku baru mereka. Ada saja kenalan Kolbuher yang baru pulang dari luar negeri dan mengoleh-olehinya buku. Ada saja tetangga Kolbuher yang bekerja di penerbit dan percetakan yang menghadiahinya buku baru.

"Lha, rumah kita ini jadi kayak perpustakaan saja, Pak," kata istrinya pada suatu ketika.

"Ya, tak apa kan, Bu?"

"Tapi bukumu sudah merayap ke mana-mana, Pak. Ke ruang makan, ke kamar tidur, ke ruang keluarga."

"Ya, tak apa toh Bu? Nanti juga pasti ada gunanya."

Kalau banyak orang bingung menghadapi pensiun, tidaklah demikian dengan Kolbuher.

"Aku sudah merencanakan banyak hal untuk mengisi pensiunku," katanya.

Satu hal yang pasti ingin dilakukan Kolbuher adalah membaca semua buku koleksinya yang tak sempat dibaca selama ini.

Setelah membacai buku itu, rencana lain Kolbuher ialah menulis. Dari membaca buku itu, pasti timbul ide menulis artikel. Kalau dimuat, honornya lumayan untuk menambah uang pensiun. Di samping itu, Kolbuher juga bisa menulis resensi buku. Bukan hanya itu. Kolbuher pun bisa menulis pengalamannya selama menjadi direktur sebuah perusahaan. Misalnya, menulis sekitar manajemen, pengelolaan SDM, dan macam-macam.

Jadi, Kolbuher merasa, ia pasti tidak akan kesepian menjalani masa pensiun. Pasti banyak kegiatan bermanfaat yang bisa dilakukannya. Apalagi ia masih sering diundang berceramah ke berbagai kampus dan perusahaan untuk 'berbagi pengalaman'.

Kalau bosan membaca, menulis, dan berceramah, Kolbuher pun bisa berkebun. Cukup banyak tanaman di halaman rumahnya. Memotong batang, ranting, dan daun tanaman, serta mengganti tanahnya dan memupuknya, tentulah kegiatan yang juga banyak memakan waktu. Untungnya, Kolbuher senang berkebun dan memelihara tanaman.

"Jadi, mana mungkin aku kesepian," katanya kepada seorang temannya yang pernah mengatakan bahwa orang pensiun itu sering kesepian.

***

SEBELUM pensiun, Kolbuher memang tergolong rajin ke toko buku. Kalau ia menemani istrinya berbelanja ke pasar swalayan di plaza atau mal, Kolbuher selalu menyempatkan diri ke toko buku.

Menurut Kolbuher, kalau sudah ke toko buku, "Rasanya ada yang kurang kalau tidak beli buku. Ibarat ke Yogya tapi tidak ke Malioboro, atau ibarat ke Roma tapi tidak ke Koloseum".

Itu pula yang menjengkelkan istri Kolbuher. Setiap ke toko buku, Kolbuher pasti beli buku (minimal satu buku), padahal istrinya tahu persis buku itu hanya ditumpuk di rumah alias tak pernah dibaca. Bagaimana mau dibaca? Pukul 5.30 pagi Kolbuher sudah meninggalkan rumah dan berangkat ke kantor. Tiba kembali di rumah pukul 18.00, kadang-kadang pukul 19.00, atau bahkan pukul 20.00 (kalau ada rapat mendadak). Sudah capek! Kapan mau baca buku?

"Kalau tak sempat dibaca buat apa beli, Pak?" kata istrinya.

"Siapa tahu bukunya dilarang kelak," jawab Kolbuher. "Jadi, aku tak perlu heboh mencari bukunya kalau nanti diberedel penguasa."

Pada saat lain, Kolbuher memberi alasan lain,

"Siapa tahu buku itu tidak cetak ulang. Jadi, aku sudah punya bukunya."

Istrinya masih belum paham jalan pikiran Kolbuher.

"Kalau tidak dibaca, kita kan cuma buang-buang uang, Pak. Lebih baik ditabung duitnnya. Mana memenuhi rumah lagi, padahal Bapak sendiri tahu, rumah kita sudah penuh dengan buku."

"Nanti akan kubaca setelah pensiun."

***

KOLEKSI buku Kolbuher aneka ragam. Buku apa saja dia koleksi, baik buku antik maupun buku baru. Dia punya buku History of Java Raffles. Ada buku Mein Kampf-nya Hitler. Ada juga Kamus Umum Bahasa Indonesia WJS Poerwadarminta edisi 1952. Ada pula novel Siti Nurbaya Marah Roesli cetakan 1922. Ada buku Also sprach Zarathustra-nya Nietzsche. Atlas juga dia koleksi, termasuk atlas kuno semisal Atlas Sejarah karya Muhammad Yamin.

Itu pula yang membingungkan istri Kolbuher.

"Untuk apa sih menyimpan buku-buku kuno itu, Pak? Cuma buang-buang duit dan membuat rumah kita kayak gudang."

"Siapa tahu anak cucu kita nanti membutuhkannya."

"Kalau anak cucu kita tidak membutuhkan, bagaimana?"

"Mungkin tetangga kita membutuhkannya."

"Kalau mereka tidak membutuhkannya?"

"Siapa tahu anggota masyarakat lain membutuhkan. Pokoknya, aku yakin Bu, orang, entah siapa, suatu ketika pasti membutuhkan buku yang aku koleksi ini."

***

DALAM kenyataannya, memang banyak orang yang membutuhkan buku koleksi Kolbuher. Uniknya, Kolbuher selalu rela meminjamkan bukunya tanpa bayar dan tanpa jaminan.

"Lo, kok bisa?" Anda barangkali tak percaya.

"Saya percaya, kalau seseorang meminjam buku saya dan tidak mengembalikannya, orang itu akan kualat dan tak berani datang ke sini lagi," kata Kolbuher.

Memang, semua buku yang dipinjamkan Kolbuher selalu dikembalikan tepat pada waktunya. Tidak pernah ada yang mangkir atau hilang atau sobek halaman-halamannya.

Dengan begitu, banyak orang berutang budi pada Kolbuher. Sering orang mencari buku ke Perpustakaan Kota atau Perpustakaan Nasional, namun tak menemukannya.

"Kalau sudah begitu, bahagia rasanya dapat membantu orang yang memerlukan buku itu," kata Kolbuher.

Namun, istri Kolbuher merasa perilaku suaminya itu malah sia-sia saja.

"Rumah kita jadi kayak perpustakaan umum saja, Pak."

"Tidak apa kan kita membantu orang lain."

"Ya, tapi rumah kita kan jadi ribet terus. Tiap hari saja ada orang yang mencari buku ini dan buku itu."

***

DARI hari ke hari, koleksi buku Kolbuher bertambah terus. Makin lama makin penuh rumahnya. Hanya kamar mandi dan dapur saja yang tidak dikepung buku. Tempat tidur Kolbuher yang bagian kepalanya ada raknya dan bisa diisi buku sampai ke atas pun dipenuhi buku. Pernah suatu malam, Kolbuher terbangun secara mendadak karena kepalanya kejatuhan buku. Pernah pula seorang cucu Kolbuher terpeleset karena kebetulan ada buku yang jatuh. Pada saat lain, seorang tamu pernah menabrak buku ketika hendak ke toilet.

Pendek kata, bagaimana istri Kolbuher menolak bertambahnya koleksi buku di rumahnya, ada saja alasan Kolbuher untuk membantahnya. Sampai-sampai istri Kolbuher kehabisan akal untuk menyetop aliran buku ke rumah mereka. Kata sang istri, "Terserah Bapak saja. Pokoknya, aku sudah peringatkan Bapak, lo. Kalau ada apa-apa, aku tidak tanggung, lo...."

Tak!

Ada sesuatu yang berdetak dalam dada Kolbuher. Kalau ada apa-apa, kata istrinya. Ada apa-apa maksudnya? Kolbuher tidak bisa menduga apa makna kata-kata terakhir istrinya. Ketika Kolbuher mau bertanya, istrinya sudah ngeloyor pergi.

"Saya mau ke warung sebentar," kata istrinya.

***

"BERAPA lama Ibu di warung?" tanya polisi.

"Tidak lama, Pak."

"Kira-kira lima belas menit, Pak."

"Ketika Ibu pulang, apa yang Ibu saksikan?"

"Pintu ruang perpustakaan Bapak tidak bisa dibuka."

"Lantas apa yang Ibu lakukan?"

"Saya ketok-ketok, sambil memanggil-manggil, 'Pak, Pak. Tolong buka pintunya'."

"Apa reaksi Bapak?"

"Tak ada reaksi. Biasanya kalau saya ketok-ketok, Bapak menyahut dari dalam, atau melongok sebentar...."

"Lalu, apa yang Ibu lakukan selanjutnya?"

"Saya ke rumah tetangga."

"Lantas?"

"Tetangga saya sudah melongok dari jendela...."

***

SETELAH beristirahat beberapa menit, karena istri Kolbuher minta minum, polisi melanjutkan pemeriksaan.

"Setelah tetangga melongok dari jendela, apa yang dia lihat?"

"Kata tetangga perpustakaan Bapak seperti baru diguncang gempa hebat. Semua bubrah, berantakan, amburadul, dan berjumpalitan. 'Seperti kapal pecah, Bu', kata tetangga itu."

"Bapak sendiri di mana?"

"Itulah yang tidak saya tahu, Pak."

Polisi diam sebentar.

Lantas, istri Kolbuher hanya mengatakan "jangan-jangan ..." tanpa melanjutkan kata-katanya. Selanjutnya, istri Kolbuher memejamkan mata. Seperti menahan sesuatu yang tak terbayangkan dan tak terduga telah terjadi pada suaminya.

***

KEESOKAN harinya, setelah pintu ruang perpustakaan Kolbuher dibongkar paksa, teka-teki yang menimpa Kolbuher terkuak.

TV 24 menyajikan berita: "Seorang pensiunan telah mati ditelan buku-bukunya. Kejadian itu baru diketahui setelah istrinya pulang dari warung. Ketika istrinya pergi ke warung, suaminya sedang mencari buku di ruang kerjanya yang penuh dengan buku. Entah bagaimana, rak-rak buku di keempat sisi ruangan kerja itu ambruk secara bersamaan waktunya dan menimpa orang yang ada di ruangan itu. Korban yang merupakan kolektor buku kesohor di negeri ini bernama Kolbuher."

Beberapa menit kemudian, SMS di HP orang-orang yang pernah meminjam buku dari Kolbuher secara berantai berbunyi. isi teksnya: "Pak Kolbuher sudah meninggalkan kita semua untuk selamanya. Besok kita melayat ke rumahnya, teman-teman."

Koran Pagi menurunkan kepala berita 'Perpustakaan Hidup Itu Telah Tiada'. Pada Akhir disebutkan, "Negeri ini telah kehilangan kolektor buku ulung dan tak ada tandingannya. Ia meninggalkan seorang istri, 4 anak, 12 cucu." Menurut berita itu, "koleksi buku Kolbuher sudah pantas dijadikan museum tersendiri dan dikelola oleh pemerintah dan swasta. Selain itu, Kolbuher pun pantas dianugerahi Bintang Mahaputra Kelas I karena sumbangannya bagi generasi muda. Banyak orang yang meraih gelar sarjana, megister, dan doktor di negeri ini yang pernah memanfaatkan perpustakaan kolbuher. Secara gratis lagi!"

Tabloid Kesohor memberitakan bahwa setelah polisi memeriksa perpustakaan Kolbuher, polisi sampai pada kesimpulan bahwa tiang penyangga keempat rak buku ternyata keropos akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. Berita itu ditutup dengan kalimat, "Dengan demikian, sangkaan polisi bahwa istrinya dengan sengaja membunuh Kolbuher tidaklah terbukti."

Rumah Kolbuher memang terletak sekitar 50 meter dari pinggir sungai yang selalu menerima limpahan air dari Bogor-Puncak, yang hutannya banyak ditumbuhi beton dan pohon-pohonnya banyak ditebangi secara liar.

Jakarta, 4 September 2002
posted by imponk | 3:45:00 AM
Sunday, September 15, 2002
Percakapan Patung-Patung
Cerpen: Indra Trenggono

BULAN sebesar semangka tersepuh perak, tergantung di langit kota, dini hari. Cahayanya yang lembut, tipis berselaput kabut, menerpa lima sosok patung pahlawan yang berdiri di atas Monumen Joang yang tak terawat dan menjadi sarang gelandangan. Cahaya bulan itu seperti memberi tenaga kepada mereka untuk bergerak-gerak, dari posisi mereka yang berdiri tegak. Mereka seperti mencuri kesempatan dari genggaman warga kota yang terlelap dirajam kantuk dalam ringkus selimut.

Lima patung yang terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan itu, menggoyang-goyangkan kaki, menggerakkan tangan, kemudian duduk dan bahkan ada yang tiduran. Mungkin, mereka sangat letih karena selama lebih dari empat puluh tahun berdiri di situ. Wajah mereka yang kaku, dengan lipatan-lipatan cor semen yang beku pun kerap bergerak-gerak seperti orang mengaduh, mengeluh, menjerit dan berteriak. Tentu, hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengarnya.

"Dulu, ketika jasad kita terbujur di sini, kota ini sangat sunyi. Hanya beberapa lampu berpendar bagai belasan kunang-kunang yang membangunkan malam. Kini, puluhan bahkan ratusan lampu, bependar-pendar seterang siang. Negeri ini benar-benar megah," ujar patung lelaki yang dikenal dengan nama Wibagso sambil mengayun-ayunkan senapannya.

"Tapi lihatlah di sana, Bung Wibagso. Kumpulan gelandangan tumpang-tindih bagi jutaan cendol sedang makan bangkai anjing dengan lahap. Dan di sana, lihatlah deretan gubug-gubug reyot menyatu dengan gelandangan yang berjejal bagai benalu menempel di tembok gedung-gedung. Mulut mereka menganga menyemburkan abab bacin serupa aroma mayat, mengundang jutaan lalat terjebak di dalamnya. Ya, Tuhan, mereka mengunyah lalat-lalat itu..." desis patung lelaki bernama Durmo.

Ratri, patung perempuan yang dulu dikenal sebagai mata-mata kaum gerilyawan, menukas, "Itu biasa rekan Durmo. Dalam negeri yang gemerlap, selalu dirawat kemiskinan sebagai ilham bagi kemajuan. Kita mesti bangga, negeri ini sangat kaya. Lihatlah di sana deretan rumah mewah menyimpan jutaan keluarga bahagia. Ada mobil-mobil mewah, ada lapangan golf pribadi, bahkan ada pesawat terbang pribadi... Dan lihatlah di sana, orang-orang berdansa-dansi sampai pagi. Yaaa... ampun malah ada yang orgi..."

Patung Sidik, yang sejak tadi menyidik dunia sekitar dengan mata nanar melenguh bagai sapi di ruang jagal, "Ternyata mereka hanya sanggup mengurus perut dan kelamin mereka sendiri. Aku jadi menyesal, kenapa dulu ikut memerdekakan negeri ini."

"Aku pun jadi tidak lagi pede sebagai pahlawan," timpal Durmo, "Kita bediri di sini tak lebih dari hantu sawah. Ternyata mereka tak sungkan apalagi hormat kepada kita. Buktinya, mereka menggaruk apa saja."

"Kamu jangan terlalu sentimentil. Aku rasa mereka tetap hormat kepada kita. Buktinya, mereka membangunkan kita monumen yang megah," tukas Wibagso.

Tapi kenapa kita hanya diletakkan di sini, di tempat njepit ini. Mosok monumen pahlawan kok cuma dislempitkan," gugat patung perempuan bernama Cempluk, yang dulu dikenal sebagai pejuang dari dapur umum.

Angin bertiup mengabarkan hari sudah pagi. Gelandangan-gelandangan yang tidur melingkar di kaki monumen itu menggeliat. Mulut mereka menguap kompak. Aroma abab bacin yang membadai dari sela gigi-gigi kuning, menguasai udara sekitar. Tercium oleh para patung pahlawan. Sontak mereka serempak berdiri, dan masing-masing kembali pada tempatnya, sebelum keheningan pagi dirajam hiruk-pikuk kota, sebelum udara bersih pagi dicemari deru nafas kota yang keruh.

Dalam posisi asal, patung-patung pahlawan itu terus bergumam. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu menangkapnya.

YU Seblak, pelacur senior yang dikenal sebagai danyang alias "penunggu" monumen itu, duduk takzim di kaki monumen. Tangannya di angkat di atas kepala. Tergenggam dupa yang mengepulkan asap. Kepulan asap itu menari-nari mengikuti gerak tangan Yu Seblak. Ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Gerakan Yu Seblak diikuti lima-enam orang yang duduk di belakang perempuan berdandan menor itu. Yu Seblak bergumam meluncurkan kata-kata mantera.

"Aku mendengar ada banyak orang mendoakan kita. Mereka memberi kita sesaji. Ada bunga-bunga, ada jajan pasar, ada juga rokok klembak menyan," Mata Wibagso terus mengikuti upacara yang dipimpin Yu Seblak.

"Kurang ajar! Kita dianggap dhemit! Malah ada yang minta nomer buntut segala! Ini apa-apaan Wibagso!" teriak Durmo.

"Ssssttt. Tenanglah. Apa susahnya kita membikin mereka sedikit gembira. Anggap saja ini intermezzo dalam perjalanan kita menuju jagat keabadian," ujar Wibagso.

"Tapi kalau pahlawan sudah disuruh ngurusi togel itu kebangeten!" protes Cempluk.

"Hidup mereka gelap rekan Cempluk. Mereka hanya bisa mengadu kepada kita, karena yang hidup tak pernah mengurusi nasib mereka. Justru menghardik mereka...," tukas Ratri.

Yu Seblak terus mengucapkan doa dalam irama cepat, diikuti orang-orang di belakangnya. Selesai memimpin doa, Yu Seblak menerima berbagai keluhan para "pasiennya".

"Wah kalau pahlawan disuruh ngurusi garukan pelacur, ya enggak bisa. Punya permintaan itu mbok yang sopan gitu lho..."

"Habis, saya selalu kena garuk, Yu. Jadinya 'dagangan' saya sepi. Ehhh siapa tahu, para petugas ketertiban kota itu takut dengan Kanjeng Wibagso dan semua pahlawan di sini. Tolong ya... Yu..." ujar Ajeng, perempuan berparas malam itu, sambil menyerahkan amplop di genggaman Yu Seblak.

"Yaahhh akan saya usahaken. Semoga saja Kanjeng Wibagso dan rekan bisa mempertimbangken..."

Wibagso tersenyum. Sidik manggut-manggut. Durmo tampak tersinggung.

"Mereka ini payah. Garuk-menggaruk itu kan bukan urusan kita. Mestinya mereka mengadu ke anggota dewan..."

"Ah anggota dewan kan lebih senang kasak-kusuk untuk saling menjatuhkan...," ujar Sidik.

"Tampung saja keluhan itu," sahut Wibagso.

"Tapi urusan kita banyak, Bung! Kita masih harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita selama hidup. Jujur saja, waktu berjuang dulu, aku menembaki musuh tanpa ampun seperti aku membasmi tikus," mata Durmo menerawang jauh.

"Perang memungkinkan segalanya, Bung. Kita tidak mungkin bersikap lemah lembut terhadap musuh, yang mengincar nyawa kita. Kita membunuh bukan demi kepuasan melihat mayat-mayat mengerjat-ngerjat karena nyawanya oncat. Kita hanya mempertahankan hak yang harus digenggam," Wibagso mencoba menghibur Durmo.

"Kita yakin saja, malaikat penghitung pahala pasti mencatat seluruh kebaikan kita," Ratri menimpali.

Dari penjual rokok di seberang jalan, sayup-sayup terdengar warna berita dari radio: "Monumen Joang untuk mengenang lima pahlawan yang gugur dalam pertempuran Kota Baru melawan pasukan Belanda akan dipugar. Status mereka pun sedang diusulkan untuk ditingkatkan dari pahlawan kota telah menyiapkan anggaran sebesar tiga milyar." Lima patung itu mendengarkan berita dengan takzim. Wibagso meloncat girang. Ratri menari-nari. Cempluk hanya diam terpekur. Durmo masih dibalut perasaan gelisah. Sidik berdiri mematung, meskipun sudah sangat lama jadi patung.

"Kenapa kalian hanya diam? Berita itu mesti kita rayakan!" ujar Wibagso.

"Untuk apa? Aku sendiri tak terlalu bangga jadi pahlawan. Ternyata negeri yang kumerdekakan ini, akhirnya hanya menjadi meja prasmanan besar bagi beberapa gelintir orang. Sedang jutaan mulut yang lain, hanya menjadi tong sampah yang mengunyah sisa-sisa pesta," ujar Sidik.

"Itu bukan urusan kita, Bung. Tugas kita sudah selesai. Kita tinggal bersyukur melihat anak cucu hidup bahagia," sergah Wibagso.

"Tapi jutaan orang-orang bernasib gelap itu terus menjerit. Jeritan mereka memukul-mukul rongga batinku."

"Ah, sudah jadi arwah kok masih perasa."

"Tapi perasaanku masih hidup!"

"Untuk apa memikirkan semua itu. Kalau masih ada yang kurang beruntung, itu biasa. Hidup ini perlombaan. Ada pemenang, ada juga pecundang!"

"Jangan-jangan kamu ini kurang ikhlas berjuang, Bung Sidik," timpal Ratri.

"Kurang ikhlas bagaimana? Kakiku yang pengkor ini telah kuberikan kepada hidup. Bahkan jantungku telah menjadi sarang peluru-peluru musuh. Mereka memberondongku tanpa ampun hingga tubuhku luluh latak bagai dendeng."

"Ooo kalau soal itu, penderitaanku lebih dahsyat. Kalian tahu, ketika aku merebut kota yang dikuasai musuh, puluhan peluru merajamku. Tapi aku puas, karena berkat keberanianku, nyali kawan-kawan kita terpompa dan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Ini semua berkat aku!"

"Enak saja kau bilang aku," sergah Durmo. "Dalam pertempuran merebut Kota Baru itu, aku dan Sidik yang berdiri paling depan. Menghadapi musuh satu lawan satu. Kamu sendiri, lari terbirit-birit ke hutan dan ke gunung. Dan kamu, tanpa malu, menyebut sedang bergerilya!"

"Tapi akulah yang punya ide untuk menyerang. Aku juga yang memimpin serangan fajar itu!"

"Siapa yang mengangkatmu jadi pemimpin, Wibagso? Siapa? Waktu itu, kita tak lebih dari pemuda yang hanya bermodal nyali. Tak ada jabatan. Tak ada hierarki. Apalagi pimpinan produksi perang!" hardik Durmo.

"Tapi perang tidak hanya pakai otot, Bung! Perang juga pakai otak. Pakai strategi!" Napas Wibagso naik-turun.

"Tapi strategi tanpa nyali bagai kepala tanpa kaki!" kilah Durmo.

"Bung Wibagso," tukar Sidik, "Kenapa kamu sibuk menghitung-hitung jasa yang sesungguhnya hampa?!"

Bulan mengerjap, seperti tersentak. Wajah Wibagso memerah.

"Sidik! Belajarlah kamu menghargai jasa orang lain. Jangan anggap kamu paling pahlawan di antara para pahlawan!"

"Kapan aku membangga-banggakan diri? Kapan? Kamu ingat, waktu berjuang dulu, aku justru menghilang ketika ada Panglima Besar mengunjungi kawan-kawan kita yang berhasil menggempur musuh. Kalau aku mau, bisa saja aku mencatatkan diri menjadi prajurit resmi. Dan aku yakin, ketika negeri ini merdeka, aku mampu jadi petinggi yang bisa mborongi proyek. Tapi, puji Tuhan, maut keburu menjemputku," ujar Sidik.

"Begitu juga aku," sergah Durmo, "Aku berpesan kepada anak-anakku, kepada seluruh keturunanku, untuk tidak mengungkit-ungkit jasa kepahlawananku, demi uang tunjangan yang tak seberapa banyak. Itu pun masih banyak potongannya!"

"Munafik. Kalian ini munafik!" bentak Wibagso.

Bulan kembali mengerjap. Angin terasa mati.

Napas kota kembali berhembus. Jantung kota kembali berdegup. Gelandangan, pelacur dan copet kembali menggeliat. Mulut mereka kompak menguap menyemburkan abab bacin penuh bakteri.

"Aku yakin, kalau monumen ini jadi dipugar, kita akan kehilangan tempat," ujar Kalur, pencopet bertubuh tinggi kurus itu.

"Kita harus turun ke jalan. Kita kerahkan semua gelandangan di kota ini. Kita demo besar-besaran!" timpal Karep yang dijuluki "gelandangan intelektual" karena gemar mengutip kata-kata gagah.

Percakapan mereka dihentikan suara radio milik Yu Seblak yang menyiarkan warta berita: "Drs Ginsir, Kepala Kotapraja yang menggantikan RM Picis, membatalkan rencana pemugaran Monumen Joang. Menurut Drs Gingsir, proyek itu mubazir. Bertenangan dengan azas kemanfaatan bagi publik. Apalagi pengajuan perubahan status menjadi pahlawan nasional, ditolak Tim Pakar Sejarah Nasional. Dana sebesar tiga milyar dialihkan untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat prasejahtera."

Gelandangan-gelandangan sontak bersorak. Mereka menari. Beberapa orang menenggak minuman oplosan alkohol. Bahkan ada yang mencampurinya dengan spritus. Jantung mereka berdetak cepat. Gerakan tubuh mereka semakin rancak, semakin panas.

Bulan pucat di angkasa berselimut kabut. Kota kembali tidur. Tapi di sebuah gedung pemerintahan kotapraja, tampak lampu masih menyala.

"Saya setuju saja, jika Den Bei Taipan mau bikin mall di sini," ujar Drs Ginsir sambil minum anggur.

"Terima kasih... terima kasih. Bapak Ginsir ternyata welcome. Eeee soal pembagian keuntungan, itu dinegosiasikan. Biasanya, 30:60." Den Bei menenggak anggur merah.

"Tapi tunggu dulu, Den Bei. Saya mesti mengusulkan masalah ini pada Dewan. Dan biasanya itu agak lama. Maklum..."

"Eeee bagaimana kalau 35:65. Tidak ada konglomerat gila macam saya."

"Tapi masih banyak konglomerat lain yang lebih gila, Den Bei..."

"Bagaimana kalau 40:60. Ini peningkatan yang sangat progresif."

"Well...well...well... Saya kira Den Bei bisa bikin mall tidak hanya satu. Tanah di sini masih sangat luas."

"Bapak ini ternyata cerdas. Setidaknya, mendadak cerdas."

Keduanya tertawa berderai.

"Den Bei tinggal pilih. Alun-alun, bekas benteng Rotenberg atau di Monumen Joang."

"Semuanya akan saya ambil."

"Terima kasih. Sulaplah kota kami ini jadi metropolitan."

Keduanya berjabat tangan.


***

"PENGKHIANAT! Culas! Licik dan sombong! Penguasa demi penguasa datang, ternyata hanya bertukar rupa. Mereka tetap saja menikamkan pengkhianatan demi pengkhianatan di tubuh kita!" Wibagso menggebrak, hingga tubuh monumen bergetar.

"Mereka menganggap kita sekadar bongkahan batu yang beku. Mereka hendak menggerus kita menjadi butiran-butiran masa silam yang kelam!" hardik Ratri.

Sidik, Durmo, dan Cempluk tersenyum.

"Kenapa kalian hanya diam? Kita ini hendak diluluhlantakkan. Lihatlah buldoser-buldoser itu datang. Berderap-derap. Kita harus bertahan. Bertahan!" teriak Wibagso.

Di bawah monumen, Yu Seblak memimpin penghadangan penggusuran. "Kita harus bertahan! Kita lawan buldoser-buldoser itu! Ajeng, Karep, Kalur, di mana kalian?" teriak Yu Seblak.

"Kami di sini. Di belakangmu!" jawab mereka kompak.

"Kita lawan mereka. Kita pertahankan liang-liang kita. Lebih baik mati daripada selamanya dikutuk jadi kecoa!"

Deru buldoser-buldoser mengepung monumen. Beberapa orang berseragam memberi aba-aba. Buldoser-buldoser terus merangsek.

"Lihatlah, mereka yang hanya gelandangan saja membela kita. Mestinya kalian malu!" hardik Wibagso.

"Wibagso! Kalau kami akhirnya melawan mereka, itu bukan untuk membela kepongahan kita sebagai pahlawan. Tapi membela mereka yang juga punya hak hidup!" teriak Sidik.

"Aku tak butuh penjelasan. Tapi butuh kejelasan sikap kalian untuk melawan mereka Ratri, meloncatlah kamu. Dan masuklah ke ruang kemudi. Cekik leher sopir-sopir itu. Cempluk, tahan moncong buldoser itu. Ganjal dengan tubuhmu. Sidik, dan kamu Durmo hancurkan mesin buldoser-buldoser itu. Cepat!" Wibagso mengatur perlawanan seperti ketika menghadapi tentara-tentara penjajah.

Buldoser terus merangsek. Meluluhlantakkan badan monumen. Menerjang orang-orang yang mencoba bertahan. Kalur, Karep, Ajeng, dan orang-orang lainnya lari lintang pukang.

"Kalian benar-benar pengecut!" teriak Yu Seblak.

"Sia-sia melawan mereka! Mereka ternyata buaanyaakkk sekali!" teriak Kalur.

"Kita menyingkir saja. Pahlawan saja mereka gilas, apalagi kecoa makam kita! Menyingkir... Menyingkir saja!!!" Karep mencoba menarik Yu Seblak yang berdiri beberapa sentimeter dari moncong-moncong buldoser. Tapi Yu Seblak tetap bertahan, sambil terus mengibar-ngibarkan kain dan kutangnya. Tak ada yang menahan Yu Seblak untuk telanjang. Buldoser-buldoser itu dengan rakus dan bergairah menggilas tubuh Yu Seblak. Tubuh kuning langsat itu bagaikan buah semangka yang dilumat blender.

Wibagso tersentak. Ratri menjerit histeris. Durmo dan Sidik berteriak-teriak penuh amarah. Mereka mencoba menghadang buldoser-buldoser itu. Tapi mesin penghancur itu terlalu kuat buat dilawan. Patung-patung itu dilabrak dan dihajar hingga lumat.

Bulan di angkasa mengerjap, Angin mati.

"Kalian telah membunuh kami untuk yang kedua kalinya..." ujar Wibagso lirih. Ucapan itu terus bergema, hingga mall itu selesai dibangun, dan diresmikan Kepala Kotapraja, Drs Gingsir. Hingga kini, suara-suara itu terus mengalun. Tapi hanya telinga setajam kesunyian yang mampu mendengar gugatan itu.*

Jogja, awal Juli 2002 (Terima kasih untuk Joko DH dan Menthol Hartoyo)

Cinta Dan Sahabat

Cinta dan sahabat, dua hal yang tak mudah ntuk dimengerti. Kadang bisa sangat berarti, namun dalam hal itu bisa membuat luka teramat perih. Aku adalah orang yang berada di tengah-tengah cinta dan sahabat itu. Kini, aku yang begitu merindukan hadirnya seorang kekasih, dalam hangatnya persahabatanku dengan Sisil yang lebih muda satu tingkat dariku.

Tiga minggu di awal semester satu...aku duduk di bangku kelas XII, seabrek kegiatan pun kulalui tanpa kuharus memikirkan cinta menurutku itu hanya membuatku lelah.
Namun, pertemuan itu membuatku melupakan suatu hal, aku yang larut dalam perasaanku terhadap Alan. Aku terlalu bodoh karena terlalu jatuh hati pada orang yang salah, jatuh hati pada orang yang tak pernah menyimpan cinta padaku. Aku tak begitu saja menyalahkannya! Dia tak patut untuk disalahkan, dia hanya korban dari cintaku dan dia terlalu baik mau mengerti akan cintaku padanya.

Dan terlalu naif bila kini aku harus menyesal karena mengenalnya. Karena dia aku dapat merasakan hal terindah, walaupun hanya sekejap. Aku terlalu naif hingga aku pun tidak menyadari Sisil merasakan juga perih yang kurasa. Sisil sahabatku orang yang kupercaya seutuhnya, orang yang selalu berusaha ada untukku. Kini, telah terluka karena keegoisanku.

Seharusnya aku tak pernah hadir di antara Alan dan Sisil. Bila akhirnya luka ini yang kurasa.
Andai saja kusadari dari awal, andai saja ku lebih mengerti mereka, andai saja aku tidak jatuh hati pada Alan, Alan dan Alan. Orang yang kucintai dan selalu ada dalam hatiku walau hati ini terasa perih, kudapat mengerti tak ada gunanya kubertahan di sisimu, karena ternyata kau lebih menginginkan Sisil mengisi hari-harimu. Aku di sini yang begitu tulus mencintaimu dan aku yang selalu berusaha ntuk mengerti dirimu kan selalu menanti dan menata hati lagi hingga bayanganmu pergi hingga tak ada lagi luka kurasa, hingga tak ada lagi kecewa yang terasa.
Aku di sini kan selalu berusaha tegar menjalani hari-hariku, aku kan selalu berusaha tersenyum agar kau bisa bahagia bersama Sisil sahabatku. Walaupun dia telah merebutmu, kisahku dan dia dulu takkan pernah kulupa, dia tetap sahabatku, percayalah dengan sisa kesedihanku ini.

Kumasih dapat bertahan hingga kelak kau mengerti bahwa aku memang mencintaimu. Aku memang menyayangi, tapi aku tak rela tersakiti olehmu saat ini, esok dan sampai kapanpun.
Pertemuan itu berawal dari perkenalanku dengan Alan, seorang cowok yang aku kenal dari temanku, Marcell. Perkenalan yang terbilang singkat juga, aku mulai merasakan getaran cinta itu. Rasa itu mulai menerangi kembali tahta hatiku yang telah lama ditinggal pergi oleh seseorang yang pernah begitu berarti dalam hidupku dulu. Yang sampai saat ini pun aku belum bisa melupakannya.

Alan yang telah hadir untuk mengisi hari-hariku pun membuatku terlelap akan rasa bahagia itu, hingga akupun tak pernah menyadari ternyata semua kebahagiaan itu palsu. Alan orang yang kucintai dengan tulus ternyata datang hanya untuk menyakiti dan menorehkan luka. Luka yang teramat dalam di hatiku. Pertemuan itu juga yang telah menghancurkan semuanya. Hidupku yang begitu indah yang begitu berwarna menjadi hancur akan hadirnya!

Malam itu aku dan Alan sepakat untuk memadu kasih, merajut asa dan menggapai cita berdua. Aku belum pernah merasakan sebahagia ini, aku begitu merasa begitu beruntung bisa dicintai oleh orang yang kucintai. Hari-hari bahagia pun mulai kami lalui. Alan begitu indah di mataku yang membuatku lupa akan segalanya, bila bersamanya. Itu juga yang membuatku merelakan tahta hatiku dipenuhi oleh cintanya, namun lagi-lagi kenyataan tak selalu berjalan sesuai dengan yang kuharapkan.

Minggu pertama hubungan cintaku bersama Alan mulai goyah, Alan mulai berubah dan tidak lagi Alan yang selalu tersenyum untukku. Alan tidak juga bersifat manis padaku, setiap tutur katanya yang menyejukkan hatiku kini terasa mengiris-iris hatiku. Apa yang telah kulakukan padanya hingga dia begitu tega padaku, aku begitu percaya padanya hingga aku pun terluka olehnya.

Hubungan ini berakhir begitu saja, pertemuan singkat itu menjadi menyakitkan. Sahabat pun menjadi pelarian sedih dan kecewa, tapi sahabatku tega mengkhianatiku. Dia yang ternyata merebut Alan dariku, dia merenggut semua kebahagiaanku . Persahabatan yang telah bertahun-tahun kubina bersamanya pun menjadi tak berarti. Aku lelah dengan semua ini hingga aku sempat memutuskan tali persahabatan itu, egoiskah aku?

Aku hanya belum bisa berpikir jernh saat itu, aku merasa semakin tolol, seharusnya kubisa merelakan Alan dan Sisil untuk bersama. Karena mungkin kebahagiaan Alan hanya ada pada Sisil! Aku belum siap kehilangan kebahagiaan itu, aku masih ingin disayangi walau semua itu hanya kebohongan. Aku tak mau merasakan sakit hati ini lagi. Akankah sakit ini akan terganti saat ku melihat kebahagiaan orang yang kucintai dan Sisil sahabatku.

Kini dalam setiap hari-hari sepiku, dalam kesendirianku, aku hanya bisa berharap aku kan memiliki kekasihku lagi, memiliki dia yang telah pergi, karena aku kan selalu mencintainya. Aku kan selalu mengenangnya di dalam hatiku,karena dia telah datang dan pergi dengan menghiasi setiap sudut didalam hatiku dengan cintanya yang sesaat, dan Sisil sahabatku buatlah cintaku bahagia karena kalian begitu berarti untukku...***

--------------------------

Sabtu, 29 Oktober 2011

DIAGRAM KORD

Kamis, 20 Oktober 2011

Cara menggunakan ePSXe


Jalankan programnya yg ber-icon joystik PS.
http://soraastral.files.wordpress.com/2010/01/2010-01-05-10-01-18.png?w=744&h=572
Lalu akan muncul jendela programnya. Klik config, dan pilih wizard guide.
http://soraastral.files.wordpress.com/2010/01/2010-01-05-10-10-35.png?w=403&h=304
Klik config>> dan next>> sampai tombol done. Bila tidak ada error massage yang keluar maka plugin sudah siap. Kalau mau mensetting plugin, misalnya mengubah ukuran layar fullscreen atau window atau setting sound dan lainnya tinggal pilih config dan pilih yang mau diubah (penjelasan lebih rincinya mungkin akan panjang).
Saatnya memulai game. Ada dua cara untuk memainkan game playstation ke dalam program ini, dengan memasukkan keping cd nya ke diskdrive atau dengan menjalankan file bertipe iso.
Bila anda punya cd gamenya, masukkan ke dalam diskdrive. Jangan lupa mensetting Plugin cdrom-nya dulu. Pilih config, klik cdrom, klik configure, lalu ganti “select cdrom letter” dengan diskdrive tempat anda memasukkan CD. Jika anda hanya punya satu cdrom pilih saja Firstcdrom. Jika lebih dari satu lebih baik sesuaikan letternya (pilihan firstcdrom mungkin bisa dipakai). Klik ok.
http://soraastral.files.wordpress.com/2010/01/2010-01-05-10-24-50.png?w=400&h=368
Sekarang pilih File > klik Run CDRom. Tunggu sampai gambar keluar pada jendela yang terbuka.
Settingan default yg saya buat :
  • bios : scph 1001 USA
  • Video : Pete’s D3D Driver (fullscreen, 800×600, 16bit, texture : don’t care, auto detect FPS)
  • Sound : Pete’s MIDAS Audio Driver (Mixrate 44100, 16 bit stereo).
  • CDrom : ePSXe CDR WNT/W2k Core .
  • Joystick : scph-1080 digital (jika pakai keyboard lihat/ubah tombolnya di config > Game Pad).
  • Memory Cards : Slot 1 (epsxe000.mcr ), slot 2 (epsxe001.mcr).
  • Hasilnya standar PSX biasa.
Sedikit pengalaman, epsxe ini adalaha emulator yg hampir kompatibel dengan seluruh game PSX. Beberapa game yg telah saya mainkan : FF IX (usa), Harvest Moon BTN, Rainbow six, digimon2-3, winning eleven, FF origins, civillization, FFTactic, saiyuuki, sim city, sim hospital dan sim theme park.




Selasa, 18 Oktober 2011

Fast Ethernet dan Giga Ethernet




                Fast Ethernet
           Dalam jaringan komputer, Fast Ethernet adalah istilah kolektif untuk sejumlah standar Ethernet yang membawa lalu lintas di tingkat nominal 100 Mbit / s, terhadap kecepatan Ethernet asli dari 10 Mbit / s. Standar Ethernet 100BASE-TX cepat adalah jauh yang paling umum dan didukung oleh sebagian besar hardware Ethernet saat ini diproduksi. Fast Ethernet diperkenalkan pada tahun 1995 [1] dan tetap versi tercepat Ethernet selama tiga tahun sebelum digantikan oleh gigabit Ethernet.
Isi
• 1 Umum Desain
• 2 Tembaga
o 2.1 100BASE-TX
o 2,2 100BASE-T4
o 2,3 100BASE-T2
• 3 Serat
o 3.1 100BASE-FX
o 3,2 100BASE-SX
o 3.3 100BASE-BX
o 3,4 100BASE-LX10
• 4 Lihat juga
• 5 Referensi
• 6 Pranala luar
Desain Umum
              Fast Ethernet adalah perluasan dari standar Ethernet yang ada. Ini berjalan pada data UTP atau kabel serat optik dan menggunakan CSMA / CD dalam bus topologi bintang kabel, mirip dengan 10BASE-T dimana semua kabel yang melekat ke sebuah hub. Dan, ia menyediakan kompatibilitas dengan yang ada 10Base-T sistem dan dengan demikian memungkinkan plug-and-play upgrade dari 10BASE-T. Fast Ethernet kadang-kadang disebut sebagai 100BASE-X dimana X adalah sebuah placeholder untuk FX dan varian TX. [Kutipan diperlukan]
Para 100 dalam jenis media penunjukan mengacu pada kecepatan transmisi dari 100 Mbit / s. The "DASAR" mengacu pada baseband sinyal, yang berarti bahwa hanya sinyal-sinyal Ethernet dilakukan pada medium. TX, FX dan T4 mengacu pada media fisik yang membawa sinyal.
Sebuah adaptor Ethernet cepat dapat secara logis dibagi ke dalam alamat Media Access Controller (MAC) yang berkaitan dengan masalah tingkat yang lebih tinggi ketersediaan menengah dan Physical Layer Interface (PHY). MAC dapat dikaitkan dengan PHY dengan antarmuka 4 bit 25 MHz paralel sinkron yang dikenal sebagai Media Independen Interface (MII) atau sedikit 2 50 varian MHz Mengurangi Media Independen Interface (RMII). Repeater (hub) juga diperbolehkan dan terhubung ke beberapa Phys untuk antarmuka yang berbeda.
Mungkin MII (jarang) menjadi koneksi eksternal tetapi biasanya hubungan antara IC dalam adapter jaringan atau bahkan dalam IC tunggal. Spesifikasi ditulis berdasarkan asumsi bahwa antarmuka antara MAC dan PHY akan MII tetapi mereka tidak memerlukannya.
Para MII perbaikan data maksimum bit rate teoritis untuk semua versi Ethernet cepat untuk 100 Mbit / s. Data rate sinyal benar-benar diamati pada jaringan sebenarnya adalah kurang maksimal teoritis, karena header yang diperlukan dan trailer (pengalamatan dan kesalahan deteksi bit) pada setiap frame, sesekali "hilang bingkai" akibat kebisingan, dan waktu menunggu setelah setiap frame yang dikirim untuk perangkat lain pada jaringan untuk menyelesaikan transmisi.




Copper
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/77/3Com_3c905-tx_NIC.jpg/300px-3Com_3c905-tx_NIC.jpg
3Com 3c905-TX 100BASE-TX PCI network interface card
100BASE-T adalah salah satu dari beberapa standar Fast Ethernet untuk kabel twisted pair, termasuk: 100BASE-TX (100 Mbit / s melalui dua pasang kabel CAT5 atau lebih baik), 100BASE-T4 (100 Mbit / s melalui empat pasangan Cat3 atau lebih baik kabel, mati), 100BASE-T2 (100 Mbit / s melalui dua pasang kabel Cat3 atau lebih baik, juga tidak berfungsi). Panjang segmen untuk kabel 100BASE-T adalah terbatas pada 100 meter (328 kaki) (seperti dengan 10BASE-T dan gigabit Ethernet). Semua atau yang standar di bawah IEEE 802.3 (disetujui 1995). Hampir semua 100BASE-T instalasi 100BASE-TX.
Pada hari-hari awal Fast Ethernet, iklan banyak vendor yang berpusat pada klaim oleh standar bersaing bahwa "kita akan bekerja lebih baik dengan kabel yang ada dari mereka." Dalam prakteknya, ini dengan cepat menemukan bahwa jaringan yang ada sedikit benar-benar memenuhi standar diasumsikan, karena 10-megabit Ethernet sangat toleran terhadap penyimpangan kecil dari karakteristik listrik yang ditentukan dan installer sedikit yang pernah repot-repot untuk membuat pengukuran yang tepat dari kualitas kabel dan koneksi, jika Ethernet bekerja melalui kabel, itu dianggap diterima. Jadi sebagian besar jaringan harus rewired untuk kecepatan 100-megabit apakah atau tidak ada diduga telah Cat3 atau kabel CAT5 berjalan [kutipan diperlukan].
 
100BASE-TX
8P8C Wiring (TIA/EIA-568-B T568B)
Pin
Pair
Wire
Color
1
2
+/tip
Pair 2 Wire 1white/orange
2
2
−/ring
Pair 2 Wire 2orange
3
3
+/tip
Pair 3 Wire 1white/green
4
1
−/ring
Pair 1 Wire 2blue
5
1
+/tip
Pair 1 Wire 1white/blue
6
3
−/ring
Pair 3 Wire 2green
7
4
+/tip
Pair 4 Wire 1white/brown
8
4
−/ring
Pair 4 Wire 2brown
100BASE-TX adalah bentuk dominan dari Fast Ethernet, dan berjalan lebih dari dua pasang kawat di dalam kategori 5 atau di atas kabel. Seperti 10BASE-T pasangan aktif dalam koneksi standar yang berakhir pada pin 1, 2 3 dan 6. Karena kabel kategori 5 yang khas berisi 4 pasang dapat mendukung dua 100BASE-TX link dengan adaptor kabel. Kabel adalah kabel konvensional dengan standar pemutusan TIA/EIA-568-B 's, T568A atau T568B.This tempat pasangan aktif pada pasangan oranye dan hijau (pasangan kedua dan ketiga kanonik).
Setiap segmen jaringan dapat memiliki jarak maksimum 100 meter (328 kaki). Dalam konfigurasi yang khas, 100BASE-TX menggunakan satu pasang kabel twisted pair di setiap arah, menyediakan 100 Mbit / s throughput di setiap arah (full-duplex). Lihat IEEE 802.3 untuk lebih jelasnya.
Konfigurasi 100BASE-TX jaringan sangat mirip dengan 10Base-T. Ketika digunakan untuk membangun jaringan area lokal, perangkat pada jaringan (komputer, printer, dll) biasanya terhubung ke sebuah hub atau switch, menciptakan jaringan bintang. Atau adalah mungkin untuk menghubungkan dua perangkat secara langsung menggunakan kabel crossover.
Dengan 100BASE-TX hardware, bit mentah (4 bit lebar 25 MHz clock pada MII) melalui pengkodean biner 4B/5B untuk menghasilkan serangkaian simbol 0 dan 1 clock pada 125 MHz tingkat simbol. Pengkodean 4B/5B menyediakan DC dan pemerataan membentuk spektrum (lihat standar untuk rincian). Sama seperti dalam kasus 100BASE-FX, bit kemudian ditransfer ke lapisan lampiran medium fisik menggunakan pengkodean NRZI. Namun, 100BASE-TX memperkenalkan sublapisan, tambahan tergantung menengah, yang mempekerjakan MLT-3 sebagai pengkodean akhir dari aliran data sebelum transmisi, sehingga dalam "frekuensi dasar" maksimum 31,25 MHz. Prosedur ini dipinjam dari ANSI X3.263 spesifikasi FDDI, dengan perbedaan kecil. [3]

100BASE-T4
          100BASE-T4 adalah implementasi awal Fast Ethernet. Hal ini membutuhkan empat pasang tembaga twisted, tetapi mereka pasang hanya diperlukan untuk kategori 3 daripada kategori 5 yang dibutuhkan oleh TX. Satu pasangan dicadangkan untuk mengirimkan, satu untuk menerima, dan dua sisanya akan beralih arah sebagai dinegosiasikan. Sebuah kode 8B6T sangat luar biasa digunakan untuk mengkonversi 8 bit data menjadi 6 basis-3 digit (sinyal membentuk adalah mungkin karena ada tiga kali lebih banyak 6-digit basis-3 karena ada angka 8-digit basis-2 nomor). Dua yang dihasilkan 3-digit basis-3 simbol yang dikirim secara paralel lebih dari 3 pasang menggunakan 3-tingkat-pulsa modulasi amplitudo (PAM-3). Kenyataan bahwa 3 pasang digunakan untuk mengirimkan dalam setiap arah membuat 100BASE-T4 inheren half-duplex. Standar ini dapat diimplementasikan dengan CAT 3, 4 5 UTP kabel, atau STP jika diperlukan terhadap interferensi. Jarak maksimum dibatasi sampai 100 meter. 100BASE-T4 tidak banyak digunakan, tetapi teknologi yang dikembangkan untuk digunakan dalam 1000 BASE T.
 100BASE-T2
Symbol
Line signal level
000
0
001
+1
010
−1
011
−2
100(ESC)
+2
Dalam 100BASE-T2, data ditransmisikan lebih dari dua pasang tembaga, 4 bit per simbol. Menggunakan dua pasang untuk transmisi dan menerima secara simultan pada kedua pasangan [5] sehingga memungkinkan full-duplex operasi. Pertama, simbol 4 bit diperluas menjadi dua 3-bit simbol melalui prosedur non-sepele berebut berdasarkan umpan balik linear pergeseran mendaftar, lihat standar untuk rincian. Hal ini diperlukan untuk meratakan spektrum bandwidth dan emisi sinyal, serta mencocokkan sifat saluran transmisi. Pemetaan bit asli untuk kode simbol tidak konstan dalam waktu dan memiliki masa yang cukup besar (muncul sebagai urutan pseudo-random). Pemetaan akhir dari simbol untuk PAM-5 tingkat modulasi mematuhi garis tabel di sebelah kanan. 100BASE-T2 tidak banyak digunakan, tetapi teknologi yang dikembangkan untuk digunakan dalam 1000BASE-T. [4]
 Fiber / serat
100BASE-FX
100BASE-FX adalah versi Fast Ethernet lebih dari serat optik. Ini menggunakan 1300 nm dekat-inframerah (NIR) panjang gelombang cahaya yang ditransmisikan melalui dua helai serat optik, satu untuk menerima (RX) dan yang lainnya untuk mengirimkan (TX). Panjang maksimum adalah 400 meter (1.310 kaki) untuk setengah-dupleks koneksi (untuk memastikan tabrakan terdeteksi), dan 2 kilometer (6.600 kaki) untuk full-duplex melalui multi-mode serat optik. 100BASE-FX menggunakan pengkodean 4B/5B yang sama dan kode NRZI baris yang tidak 100BASE-TX. 100BASE-FX harus menggunakan SC, ST, LC, MTRJ atau MIC konektor dengan SC menjadi pilihan yang lebih disukai. [6]
100BASE-FX adalah tidak kompatibel dengan 10BASE-FL, 10 Mbit / s versi atas serat optik.
 
100BASE-SX
100BASE-SX adalah versi Fast Ethernet lebih dari serat optik. Menggunakan dua helai multi-mode serat optik untuk menerima dan mengirimkan. Ini adalah alternatif biaya rendah untuk menggunakan 100BASE-FX, karena menggunakan optik panjang gelombang pendek yang secara signifikan lebih murah daripada optik gelombang panjang yang digunakan dalam 100BASE-FX. 100BASE-SX dapat beroperasi pada jarak hingga 550 meter (1.800 kaki).
100BASE-SX menggunakan gelombang yang sama dengan 10BASE-FL, 10 Mbit / s versi atas serat optik. Tidak seperti 100BASE-FX, 100BASE-ini memungkinkan SX akan mundur-kompatibel dengan 10BASE-FL.
Karena panjang gelombang pendek yang digunakan (850 nm) dan jarak pendek dapat mendukung, 100BASE-SX menggunakan komponen optik lebih murah (LED bukan laser) yang membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi mereka yang upgrade dari 10BASE-FL dan mereka yang tidak
memerlukan jarak jauh.
100BASE-BX
100BASE-BX adalah versi Fast Ethernet lebih dari satu helai serat optik (seperti 100BASE-FX, yang menggunakan sepasang serat). Single-mode serat digunakan, bersama dengan multiplexer khusus yang membagi sinyal ke mengirim dan menerima panjang gelombang. Dua panjang gelombang yang digunakan untuk mengirim dan menerima adalah 1310/1550 nm. Terminal di setiap sisi serat tidak sama, sebagai salah satu transmisi "hilir" (dari pusat jaringan ke luar) menggunakan panjang gelombang 1550 nm, dan satu transmisi "hulu" menggunakan panjang gelombang 1310 nm. Jarak bisa 10, 20 atau 40 km.
100BASE-LX10
100BASE-LX10 adalah versi Fast Ethernet lebih dari dua single-mode serat optik. Ini memiliki jangkauan nominal 10 km dan panjang gelombang 1310 nm nominal. Hal ini dijelaskan dalam IEEE 802,3-2.005 Bagian 5 Bab 58.
Gigabit Ethernet

Gigabit Ethernet (GbE atau 1 GigE) adalah istilah untuk menjelaskan berbagai teknologi transmisi frame Ethernet di tingkat yang gigabit per detik, seperti yang ditetapkan oleh standar IEEE 802,3-2.005. Half-duplex gigabit hubs terhubung melalui link yang diizinkan oleh spesifikasi tetapi di pasar-rakit dengan penuh aktif adalah norma. Intel Pro/1000 GT PCI kartu jaringan
Sejarah
Hasil penelitian dilakukan di Xerox Corporation di awal tahun 1970-an, Ethernet telah berkembang menjadi yang paling banyak diterapkan lapisan fisik dan link protokol today. Fast Ethernet peningkatan kecepatan 10-100 megabits per detik (Mbit / s). Gigabit Ethernet merupakan perulangan berikutnya, untuk meningkatkan kecepatan 1000 Mbit / s. Awal untuk standar gigabit Ethernet adalah standar oleh IEEE pada bulan Juni 1998 sebagai IEEE 802.3z. 802.3z umumnya disebut sebagai 1000BASE-X, dimana X-merujuk ke baik-Cx, SX, LX, atau (non-standar)-zx.
IEEE 802.3ab, meratifikasi pada tahun 1999, mendefinisikan transmisi gigabit Ethernet over unshielded twisted pair (UTP) kategori 5, 5e, atau 6 kabel dan kemudian dikenal sebagai 1000BASE-T. Dengan ratifikasi dari 802.3ab, gigabit Ethernet menjadi teknologi desktop sebagai organisasi mereka dapat memanfaatkan infrastruktur yang ada kabel tembaga.
Awalnya, gigabit Ethernet yang disebarkan tinggi kapasitas jaringan backbone link (misalnya, pada tinggi-kampus kapasitas jaringan). Pada tahun 2000, Apple's Power Mac G4 dan Powerbook G4 yang pertama massa yang dihasilkan komputer pribadi yang 1000BASE-T sambungan. [1] Penyalahgunaan cepat menjadi fitur built-in di banyak komputer lain.
Sejak saat itu, lebih cepat 10 gigabit Ethernet telah menjadi standar tersedia sebagai IEEE meratifikasi serat yang berbasis standar pada 2002, dan standar cengkol pasangan di tahun 2006.
Aktivitas
Ada empat macam lapisan fisik standar gigabit Ethernet menggunakan serat optik (1000BASE-X), pasangan kabel twisted (1000BASE-T), atau kabel tembaga seimbang (1000BASE-Cx).
IEEE 802.3z standar yang mencakup 1000BASE-SX untuk transmisi melalui multi-mode fiber, 1000BASE-LX untuk transmisi lebih dari satu mode serat, dan hampir usang 1000BASE-Cx untuk transmisi melalui kabel tembaga seimbang. Standar ini menggunakan 8b/10b encoding, yang akan meningkatkan jumlah baris menilai 25%, dari 1.000 Mbit / s ke 1250 Mbit / s untuk memastikan sinyal DC seimbang. Simbol yang kemudian dikirim menggunakan NRZ.
IEEE 802.3ab, yang mendefinisikan banyak digunakan 1000BASE-T jenis antarmuka, menggunakan skema encoding yang berbeda untuk menyimpan sebagai simbol menilai rendah mungkin, sehingga lebih transmisi twisted pair.
Ethernet Pertama di Mile kemudian ditambahkan 1000BASE-LX10 dan BX10. nama media ditentukan jarak 1000BASE-Cx Balanced kabel tembaga 25 meter 1000BASE-LX Multi-mode fiber 550 meter 1000BASE-LX Single-mode serat 5 km 1000BASE-SX Multi-mode fiber menggunakan 850 nm panjang gelombang 550 meter 1000BASE-LH Satu-mode atau multi-mode fiber menggunakan 1310 nm panjang gelombang 10 km 1000BASE-zx-mode serat tunggal pada panjang gelombang 1550 nm ~ 70 km 1000BASE-LX10 Single-mode fiber menggunakan 1310 nm panjang gelombang 10 km 1000BASE-BX10 Satu-mode serat, lebih dari satu helai serat: 1490 nm hulu hilir 1310 nm 10 km 1000BASE-T-pasangan kabel Twisted (CAT-5, CAT-5e, CAT-6, atau CAT-7) 100 meter 1000BASE-TX Twisted-pasangan kabel (CAT-6, CAT-7) 100 meter
1000BASE-X
1000BASE-X yang digunakan dalam industri untuk merujuk ke gigabit Ethernet transmisi serat atas, di mana termasuk pilihan 1000BASE-Cx, 1000BASE-LX, dan 1000BASE-SX, atau non-standar -LH/-ZX/-BX10 implementasi.
1000BASE-Cx
1000BASE-Cx merupakan awal standar untuk koneksi gigabit Ethernet melalui kabel tembaga dengan jarak maksimum dari 25 meter menggunakan tameng seimbang twisted pair. Hal ini masih digunakan untuk aplikasi khusus dimana kabel tidak umum dilakukan oleh pengguna, misalnya dengan IBM BladeCenter menggunakan 1000BASE-Cx Ethernet untuk sambungan antara blade server dan beralih modul. 1000BASE-T berhasil untuk umum menggunakan kabel tembaga.
1000BASE-LX
1000BASE-LX adalah serat optik gigabit Ethernet standar IEEE 802,3 ditetapkan dalam Klausul 38 yang lama yang menggunakan panjang gelombang laser (1270 nm ke 1355), dan maksimal RMS momok lebar 4 nm.
1000BASE-LX yang ditentukan untuk bekerja lebih dari jarak hingga 5 km lebih dari 10 μm-mode serat tunggal. Dalam prakteknya sering akan beroperasi dengan benar melalui jarak yang jauh lebih besar. [Kutipan diperlukan] Banyak produsen akan menjamin operasi hingga 10 atau 20 km, asalkan mereka peralatan yang digunakan pada kedua ujung link. [Kutipan diperlukan]
1000BASE-LX juga dapat menjalankan lebih dari multi-mode fiber dengan panjang maksimum segmen 550 m. Link untuk jarak lebih dari 300 m, penggunaan khusus memulai mandi patch kabelnya mungkin diperlukan. [2] Ini akan meluncurkan laser tepat pada offset dari pusat yang menyebabkan serat yang menyebar ke seluruh diameter dari serat inti , mengurangi efek yang dikenal sebagai modus diferensial penundaan yang terjadi jika pasangan ke laser hanya sejumlah kecil saja yang tersedia dalam mode multi-mode fiber.
1000BASE-SX
1000BASE-SX adalah serat optik gigabit Ethernet standar untuk operasi lebih multi-mode fiber menggunakan 770-860 nanometer, dekat inframerah (NIR) panjang gelombang cahaya.
Menetapkan standar kemampuan jarak antara 220 meter (62.5/125 μm serat dengan modal bandwidth rendah) dan 550 meter (50/100 μm serat dengan modal bandwidth tinggi). Dalam praktiknya, dengan kualitas serat dan pengakhiran, 1000BASE-SX biasanya akan bekerja jauh lebih nyata lagi. [Kutipan diperlukan]
Standar ini sangat populer untuk intra-link dalam bangunan besar bangunan kantor, co-operator dan lokasi fasilitas internet pertukaran netral.
Optik daya dari SX spesifikasi antarmuka: Minimum output daya = -9,5 dBm. Minimum menerima sensitivitas = -17 dBm.
1000BASE-LH
1000BASE-LH merupakan non-standar industri diterima tetapi istilah untuk merujuk ke gigabit Ethernet menggunakan transmisi 1300 atau 1310 nm panjang gelombang. Sangat mirip dengan 1000BASE-LX, tapi lagi mencapai jarak hingga 10 km lebih dari satu mode karena serat optik berkualitas tinggi. 1000BASE-LH yang kompatibel dengan 1000BASE-LX. [3]
1000BASE-zx
1000BASE-zx adalah non-standar industri diterima tetapi istilah untuk merujuk ke gigabit Ethernet menggunakan transmisi panjang gelombang 1550 nm untuk mencapai jarak paling tidak 70 km lebih single-mode fiber.
1000BASE-BX10
Terbaru ini selain standar juga meliputi 1000-BASE-BX10 transmisi lebih dari satu helai dari serat (yang satu itu sendiri-mode fiber), berbeda dengan satu panjang gelombang yang terjadi di setiap arah. Pada terminal di setiap sisi serat tidak sama, karena satu transmisi "hilir" (dari bagian tengah ke luar jaringan) menggunakan panjang gelombang 1490 nm, dan satu transmisi "hulu" menggunakan panjang gelombang 1310 nm.
1000BASE-T mampu PCI-X jaringan kartu dari Intel
1000BASE-T (juga dikenal sebagai IEEE 802.3ab) adalah standar untuk gigabit Ethernet melalui kabel tembaga. Memerlukan, minimal "Kategori 5" kabel, sementara Kategori 5e Kategori kabel atau 6 kabel dapat juga digunakan dan sering dianjurkan. 1000BASE-T memerlukan keempat pasangan hadir dan jauh dari kurang toleran buruk terpasang kabel dari 100BASE-TX. Jika dua Gigabit tersambung melalui perangkat yang tidak kompatibel dengan kabel Cat5 empat pasangan, banyak kesalahan FCS dan retransmissions mungkin terjadi. Jika dua Gigabit tersambung melalui perangkat yang tidak kompatibel dengan kabel Cat5 hanya dua pasang, negosiasi dilakukan di dua pasang saja, sehingga berakhir sampai berhasil memilih gigabit sebagai common denominator Tinggi (HCD), tetapi link tersebut tidak pernah pergi ke atas. Kebanyakan perangkat fisik gigabit memiliki mendaftar untuk mendiagnosa perilaku ini.
Setiap segmen jaringan dapat memiliki jarak maksimum 100 meter. Autonegotiation adalah syarat untuk menggunakan 1000BASE-T [4] sesuai dengan standar. Setidaknya jam sumber harus dinegosiasikan, sebagai satu harus Master dan Slave yang lain. Lapisan fisik beberapa perangkat dan driver akan mengijinkan anda untuk memaksa 1000 Mbit / s full duplex untuk menghilangkan autonegotiation masalah. Dalam hal ini tidak menggunakan standar, perancang harus memastikan hanya satu rekan dikonfigurasi sebagai master jam.
1000BASE-T rincian
Dalam keberangkatan dari kedua 10BASE-T dan 100BASE-TX, 1000BASE-T menggunakan kabel keempat pasangan untuk transmisi serentak di kedua arah melalui penggunaan echo pembatalan dan 5-tingkat pulse amplitude modulasi (PAM-5) teknik. Simbol menilai identik dengan 100BASE-TX (125 Mbaud) dan kebisingan imunitas dari 5 level signaling juga identik dengan 3 tingkat signaling dalam 100BASE-TX, 1000BASE-T sejak 4-dimensi menggunakan jari-jari kode Modulation (TCM) untuk mencapai 6 dB mendapatkan coding di seluruh 4 pasang.
Data yang ditularkan melalui empat pasangan tembaga, delapan bit pada suatu waktu. Pertama, delapan bit data yang diperluas menjadi empat 3-bit melalui simbol non-sepele prosedur scrambling berdasarkan masukan regu mendaftar linear; ini mirip dengan apa yang dilakukan di 100BASE-T2, namun menggunakan parameter berbeda. 3 bit-simbol tersebut kemudian dipetakan ke level tegangan yang berbeda-beda terus selama transmisi. Non-sepele DSP algoritma dan pemrosesan daya yang terlibat dengan diperkenalkannya PAM-5, maka yang tertunda setelah pengenalan 802.3z.
1000BASE-TX
The Telecommunications Industry Association (TIA) dibuat dan dipromosikan versi 1000BASE-T yang sederhana untuk melaksanakan, ia memanggil 1000BASE-TX (TIA/EIA-854). Desain yang akan disederhanakan, secara teori, telah mengurangi biaya yang dibutuhkan oleh elektronik hanya menggunakan dua pasang di setiap arah. Namun, dua pasangan diperlukan solusi Kategori 6 kabel dan telah komersial kegagalan, mungkin karena cepat jatuh biaya 1000BASE-T produk digabungkan dengan Kategori 6 kabel persyaratan. Banyak 1000BASE-T produk yang diiklankan sebagai 1000BASE-TX karena kurangnya pengetahuan yang 1000BASE-TX sebenarnya standar yang berbeda.